Formula 1

GP F1 Singapura Terancam Akibat Kabut Asap

Posted by admin on
GP F1 Singapura Terancam Akibat Kabut Asap

Formula one GP Singapura akan bergulir pada akhir pekan ini namun kondisi cuaca akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah dari Indonesia bisa mengancam berlangsungnya balapan GP Singapura nanti.

Banyaknya kebakaran hutan yang terjadi di daerah Sumatera dan Kalimantan sejak dari Januari sampai September 2019 ini dimana tercatat sudah ada 328 ribu hektar lahan dan hutan yang terbakar.

Bahkan kebakaran Hutan tersebut yang menimbulkan asap tebal sudah menganggu aktivitas dari warga di Kalimatan Tengah dan Riau yang mana sempat beberapa sekolah di kedua provinsi tersebut diliburkan demi kesehatan.

Dampak dari kebakaran hutan tersebut tidak akan dirasakan oleh Indonesia sendiri bahkan beberapa negara tetangga juga mengalami gangguan seperti Malaysia dan SIngapura.

kabut asap singapura

Akhir pekan ini pada 20-22 September akan ada ajang Formula One seri yang ke-15 berlangsung di Marina Bay Street Sircuit di Singapura.

Karena masalah kualitas udara dan jarak pandang yang kurang memadai akibat adanya asap kebakaran, para offfisial Formula 1 Gp Singapura sedang membahas langkah yang akan mereka ambil terkait kelangsungan balapan pada akhir pekan nanti.

“Rencananya diformulasikan dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan, pemerintah, dan komunitas Formula 1. Kaitannya dengan kabut asap berhubungan dengan jarak pandang, kesehatan publik, atau masalah operasional, GP Singapura akan bekerja dengan agensi terkait sebelum membuat keputusan kolektif mengenai even ini,” kata penyelenggara GP Singapura seperti dilansir First Post.

MotoGp

Peluang Dovi Dan Rossi Bangkit Di San Marino

Posted by admin on
Peluang Dovi Dan Rossi Bangkit Di San Marino

Akhir pekan ini MotoGp akan melanjutkan seri berikutnya di balapan San Marino. MotoGp San Marino seri ke-13 ini bisa menjadi peluang besar untuk dua rider asal Italia yaitu Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi untuk bangkit.

Race San Marino akan berlangsung pada hari Minggu (15/9) di Sirkuit Misano. Dovi dan Rossi dipercaya bisa bangkit demi kembali bisa bersaing di klasemen MotoGp 2019 ini.

Dovi sendiri masih menempati posisi kedua klasemen MotoGP 2019 dibawah dari Marc Marquez dengan raihan 172 poin atau terpaut 78 poin dari Marquez.

Sebelumnya Dovi mendapatkan kesempatan untuk mengeser posisi dari Marquez karena rider andalan Repsol Honda itu gagal menjadi juara dalam dua seri terakhir ini yaitu di MotoGp Austria dan Inggris dikalahkan oleh Dovi dan Alex Rins.

Dovi Rossi

Balapan seri 13 di San Misano, Dovi dipastikan mendapatkan banyak dukungan dari para fans nya mengingat Sirkuit tersebut sangat dekat dengan kampung halaman dari Dovi. Tentu saja kondisi tersebut memberikan Dovi motivasi ekstra untuk bisa mengeser menyalip Marc Marquez di papan klasemen.

Selain Dovi, San Misano juga merupakan homebase dari Rider Legendaris Yamaha, Valentino Rossi. Rossi juga dipastikan akan mendapatkan banyak dukungan akhir pekan nanti.

Kampung Halaman Rossi sendiri di Tavullia yang tidak terlalu jauh dari Misano bahkan sangat berdekatan. Bahkan Rossi bisa pulang ke kampungnya dengan mengunakan Motor MotoGp.

Selain itu performa dari Rossi juga semakin membaik di parus kedua ini terbukti dalam tiga seri terakhir yaitu Ceko, Austria dan Inggris, Rossi total sudah meraih 36 poin masih lebih banyak dari rekan satu timnya Maverik Vinales 33 poin.

Sirkuit San Marino sendiri juga sudah terbiasa untuk Rossi tercatat sudah dua kali Rossi meraih juara di San Marino sedangkan Dovi berhasil menjadi juara dari MotoGp San Marino di tahun lalu.

bola basket

DBL Academy Ketiga Dibangun DI Yogyakarta

Posted by admin on
DBL Academy Ketiga Dibangun DI Yogyakarta

Yogyakarta dipastikan menjadi tempat dibangunnay DBL Academy yang ketiga. DBL Academy sendiri merupakan sekolah basket yang memiliki standar internasional bahkan merupakan yang pertama kali ada di Yogyakarta. Fungsi DBL Academy nantinya untuk mengasah kemampuan dari para pemain basket muda sejak dini.

Setelah sebelumnya sudah ada dua DBL Academy yang dibangun yaitu di Surabaya kini giliran Yogyakarta yang terpilih menjadi tempat dibangunnya DBL Academy yang ketiga karena faktor banyaknya peminat olahraga Basket di Yogyakarta terbukti mereka menjadi kota kedua dengan penonton basket terbanyak setelah Surabaya.

“Saya iri karena Indonesia tidak punya akademi yang maju seperti negara lain. Ada kekurangan pelatih, bola, fasilitas,” ujar founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, dalam acara peresmian gedung DBL Academy di Jl. Magelang Km 5 No 165, Yogyakarta, Senin (2/9/2019).

Seluruh apparel dan perlengkapan di pelatihan DBL Academy tetap akan mengunakan produk-produk dari Indonesia. Diharapkan upaya tersebut akan mampu menjaga ekosistem olahraga basket di Indonesia supaya tetap berkembang.

dbl

DBL Academy sendiri tujuannya bukan hanya mengasah kemampuan skill individu dari setiap pebasket. Namun juga akan mengajarkan beberapa aspek lain mencakup karakter, sportivitas dan juga perkembangan nutrisi setiap calon pemain muda akan tetap di jaga dan terpantau.

“Saya yakin masa depan perbasketan di Yogyakarta akan makin baik. Saya tahu apresiasi publik Yogyakarta sangat baik,” kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang hadir dalam acara tersebut.

“Harapan saya, atlet basket tidak sekadar bisa main basket, tapi jadi pribadi yang punya karakter. Sportivitas jadi bagian dari karakter. Semoga akademi ini membawakan nilai sportivitas,” sambungnya.

Bahkan DBL Academy yang akan dibangun di Yogyakarta nanti diklaim merupakan salah satu DBL Academy yang paling lengkap untuk area Asia Tenggara.

“Animo masyarakat Yogyakarta terhadap liga DBL sangat besar. Hal itu mendorong kami untuk meningkatkan fundamental basket di Yogyakarta, sehingga kami buka DBL Academy di sini,” ujar GM DBL Indonesia Yondang Tubangkit.

Setidaknya dipastikan akan ada dua lapangan besar dengan ukuran Internasional di DBL Academy Yogyakarta nanti. Bahkan material untuk membuat lapangan tersebut juga dipastikan sama dengan yang digunakan oleh klub-klub besar dari NBA.

Ditambah lagi akan ada 11 ring basket, ruang locker dan juga sarana gym untuk para peserta. Selain itu juga para orang tua juga bisa menikmati ruang santai, gedung serbaguna, kafe dan juga DBL Store Resmi.

Sistem pengajaran dari DBL Academy nanti mengikuti kurikulum dari World Basketball Academy atau WBA. Kurikulum pengajaran juga akan dipantau langsung oleh Andrew Vlahov selaku Direktur Teknik DBL Academy dan juga CEO WBA. Peran Orang tua juga akan disertain dalam urusan memantau nutrisi dari setiap anak.

DBL Academy di Yogyakarta membuka kelas untuk berbagai kelompok umur antara lain Pre-hoops (2-4 tahun), Hopps Kids (5-6 tahun), Hoops (7-9 tahun), Rookie (10-12 tahun), dan Starter (13-15 tahun). Biaya akademi berkisar antara Rp 700-900 ribu.

Sepak Bola

Pemain Kunci Brasil dalam Meraih Gelar Juara Copa America 2019

Posted by admin on
Pemain Kunci Brasil dalam Meraih Gelar Juara Copa America 2019

Tim Nasional Brasil akhirnya berhasil mengakhiri puasa gelar sejak terakhir kali memenangi Confederation Cup tahun 2013 silam. Tim Samba akhirnya berhasil merebut gelar juara Copa America 2019 setelah pada babak final mengandaskan perlawanan Peru dengan skor 3-1. Gol kemenangan brasil di babak final dicetak oleh Everton, Gabriel Jesus, dan Richarlison.

Hasil tersebut dapat dikatakan cukup mengejutkan mengingat Brasil datang tanpa diperkuat oleh mega bintangnya, Neymar. Neymar yang mengalami cedera pada saat laga uji coba harus rela absen membela negaranya pada gelaran Copa America 2019. Namun, siapa sangka dengan absennya Neymar, Brasil malah mampu meraih gelar juara. Hasil itu tentu tidak lepas dari peran pemain judi pulsa online lainnya.

Pemain Kunci Brasil di Copa America 2019

1. Alisson Becker

Nama pertama ini tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Pasalnya, Alisson Becker tengah berada pada puncak performanya setelah berhasil membawa Liverpool merebut gelar juara Liga Champions Eropa 2019. Performa tersebut berhasil Ia lanjutkan bersama Brasil pada gelaran Copa America 2019. Terbukti dari semua pertandingan Copa America yang telah dijalani, Alisson hanya kebobolan satu gol saja.


Ujian Alisson yang sebenarnya baru dimulai pada saat laga semifinal. Pada laga tersebut, Brasil harus bertemu tim kuat Argentina yang dipimpin oleh pemain terbaik dunia Lionel Messi. Namun, Alisson Becker lagi-lagi membuktikan kemampuannya sebagai salah satu kiper terbaik di dunia dengan berhasil mematahkan peluang-peluang yang diciptakan oleh tim Tango pada laga tersebut.

2. Dani Alves

Pemain berikutnya yang berperan penting pada kesuksesan Brasil di Copa America 2019 adalah Dani Alves. Mantan pemain Sevilla, Barcelona, Juventus, dan PSG tersebut berhasil menunjukkan bahwa usia hanyalah angka saja. Terbukti Dani Alves mampu tampil solid bersama Thiago Silva dan Alisson Becker dalam mengawal pertahanan Brasil meskipun telah menginjak umur 36 tahun.


Dani Alves mampu menunjukkan kepemimpinannya ketika di atas lapangan dengan menyatukan pemain-pemain berkelas seperti Willian, Firmino, Gabriel Jesus, dan Philip Coutinho dengan pemain muda Brasil seperti Everton Soares. Puncaknya, Dani Alves berhasil dinobatkan menjadi pemain terbaik di ajang pertarungan sepak bola antar negara-negara di Amerika Selatan tersebut.

3. Philippe Coutinho

Menjalani musim yang tidak begitu bagus selama di Barcelona, membuat Philippe Coutinho diragukan beberapa suporter. Namun, hal tersebut malah melecut penampilan Coutinho untuk tampil cemerlang di Copa America 2019. Hasilnya, Coutinho mampu menjadi motor utama serangan tim Samba dan menyumbangkan dua gol dan satu assist selama turnamen berlangsung.


Selama bermain di Copa America 2019, Coutinho memiliki presentase akurasi umpan mencapai 86 persen dan memiliki catatan 3,5 tembakan setiap pertandingan. Hal ini tentu dapat memuluskan langkah Countinho untuk meninggalkan Barcelona pada musim depan. Patut kita nantikan, ke mana Coutinho akan berlabuh pada musim kompetisi 2019/2020.

4. Everton Soares

Siapa yang menyangka sosok anak muda yang satu ini akan bermain gemilang pada gelaran Copa America 2019. Everton Soares mampu menyingkirkan nama-nama mentereng seperti Lionel Messi, Edinson Cavani, dan Luis Suarez dalam perebutan gelar top skor Copa America. Dengan torehan 3 golnya, Everton berhak memperoleh gelar top skor bersama dengan striker Peru, Paulo Guererro.


Dengan raihan gelar juara ini menjadikan Brasil sebagai tim dengan koleksi gelar Copa America terbanyak ketiga di bawah Uruguay dan Argentina. Hasil tersebut tentu merupakan modal yang baik bagi Brasil untuk menatap ajang Piala Dunia pada tahun 2022 di Qatar. Terlebih lagi, Brasil masih dihuni oleh pemain-pemain muda seperti Everton dan Gabriel Jesus yang berpeluang bersinar pada ajang lima tahunan itu.

MotoGp

PREDIKSI JUARA MOTGP

Posted by admin on
PREDIKSI JUARA MOTGP

PREDIKSI JUARA MOTGP DALAM PERBINCANGAN

Episode 22 dari MotoGP Podcast mulai dan berjalan dan pada acara minggu ini, pembawa acara Matt Dunn dan Fran Wyld telah bergabung dengan analis reguler Simon Crafar dan John Hopkins untuk membahas kunci-kunci melaju cepat di Sachsenring, dan beberapa poin pembicaraan. dari akhir pekan. Selain itu, Matt dan Fran berbicara dengan bintang Moto2 Yaitu Marcel Schrötter (Dynavolt Intact GP) tentang kenaikannya di podium finisher Grand Prix.

Hopkins pertama kali sedang membahas kecelakaan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha, SRT) pertama Minggu sore musim ini, sensasi rookie membungkuk keluar dari GP Jerman sebelum waktunya ketika mencoba untuk mengimbangi para pemimpin MotoGP.

“Mari kita bahas, ini adalah musim rookie-nya tetapi dia sudah berkuda seperti dia adalah veteran penuh waktu, dia tidak melakukan kesalahan apa pun itu, bar stall-out kecil yang dia punyai di Qatar itu semua terpaku di sana,” kata Hopkins . “Tapi ini jelas kesalahannya rookie pertama tahun ini sejauh balapan. Dia sedikit gugup di sana pada awalnya, dia adalah salah satunya pengendara yang saya pikir bahwa tahu di kepalanya yang mungkin ia miliki kecepatan untuk tetap bersama Marquez dan menantangnya di Sachsenring … Saya pikir dia hanya sedikit bingung dari sudut pandang para pengendara lainya. ”

Mengendarai melalui penghalang rasa sakit adalah topik yang hangat selama akhir pekan ini ketika kami menyaksikan LCR Honda Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) dan Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) melakukan pertunjukan gladiator. Crutchlow mengklaim bahwa podium akan kurang dari seminggu setelah merusak ligamen anteriornya dan mematahkan bagian atas tibia kanannya, sementara Nakagami menghasilkan akhir pekan yang heroik setelah mengalami kerusakan parah pada ligamen pergelangan kaki kirinya di Assen.

“Berbicara dari pengalaman pribadi, kadang-kadang saya menemukan bahwa mengendarai dengan situasi sedang cedera, Anda hampir akan menemukan itu menjadi keuntungan dalam beberapa hal hanya dalam satu kenyataan bahwa itu akan menghilangkan tekanan Anda,dan harapan … karena setiap pengendara lain menaruh begitu banyak harapan pada diri mereka sendiri , ”Jelas Hopkins.

“Dengan Crutchlow dia jelas tahu dia pelari depan, dia harus bertarung untuk podium, perlombaan. Beberapa balapan terakhir yang belum menjadi hasil terbaiknya, maka ia belum bisa berlari ke depan tetapi kadang-kadang sedikit cidera itu benar-benar dapat membantu Anda. Secara fisik itu akan selalu menjadi masalah dan sebagai pengendara adrenalin kadang-kadang dapat mengambil alih hampir seluruhnya ketika Anda berada di motor. Tapi terkadang menjelang perlombaan, Anda benar-benar masuk ke perlombaan dengan harapan jauh lebih sedikit lebih dari diri Anda sendiri, tim, penggemar. ”

Untuk balapan kedua berturut-turut, kami melihat Tim Suzuki Ecstar dari Alex Rins tersingkir dari posisi podium. Apa pendapat mantan pembalap Suzuki Hopkins tentang kesalahan Rins ‘Sachsenring?

“Saya pikir di kepalanya dia memiliki kecepatan untuk bermain bersama Marquez. Saya pikir kadang-kadang, sebagai pengendara. Anda berpikir bahwa anda lebih kuat dari yang sebenarnya. Maksudku, bertarung melawan Marquez di Sachsenring selalu akan menjadi hal yang hampir mustahil, tapi kupikir di kepalanya, dia pikir dia punya kecepatan dan sehingga menginginkan kemenangan itu, sangat buruk. Dia hampir bisa merasakannya. Jadi saya pikir tekanan itu hanya membuatnya terlalu banyak. Seorang pembalap selalu menginginkan yang lebih, jadi saya pikir dia pindah dari bahagia dengan naik podium, sekarang dia ingin balapan itu menang lagi . ”

Lalu bagaimana dengan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP)? ‘The Doctor’ mengakhiri serangkaian dengan tiga kali DNF berturut-turut dengan P9 di Jerman, tetapi Juara Dunia sembilan kali akan berharap lebih banyak lagi setelah liburan musim panas. Hopkins menawarkan pandangannya tentang bentuk Rossi saat ini.

“Saya pikir itu adalah cara yang lebih baik untuk menyelesaikan paruh pertamanya di musim ini. Kita harus jujur, dia masih agak lelah, masih berjuang dengan motor dan mendapatkan peraturan yang tepat. Jelas Maverick menemukan peraturan itu dan dapat memanfaatkan pengendara secara maksimal saat ini. Akan jauh lebih buruk memasuki liburan musim panas seandainya Rossi mengalahkan sepeda motornya dan mengalami kecelakaan yang konyol.

“Jadi, hanya mendapatkan poin di papan tulis, menyelesaikan balapan, memiliki pertarungan yang solid sepanjang balapan … Kami sangat terbiasa melihat Rossi berlomba di tahun depan, tapi jangan lupa bahwa ia memiliki kemenangan di musim seperti tahun 2006 ketika dia berjuang dengan Yamaha, tahun-tahun dia bersama Ducati dia tidak bisa merasa nyaman dengan itu … kepercayaan adalah segalanya seperti yang kami katakan di podcast sebelumnya, saya tidak berpikir itu usianya dan saya berharap dia untuk kembali ketika ia kembali setelah liburan musim panas. ”

Ini hanya beberapa cuplikan dari apa yang dapat Anda dengarkan di episode MotoGP Podcast ini. Simon’s Scoops membuat penampilan lain, dan apa yang akan dilakukan Matt dan Fran 10 tahun lalu untuk menempatkan Marquez ’Sachsenring menang dalam perspektif?